Kamis, 02 April 2015

Cara Dapat Gems Gratis di Clash of Clans

 Kali ini Kami akan memberikan tips yang sedikit spesial, yaitu Cara Dapat Gems Gratis di Clash of Clans. Berbeda dengan cara di luar sana, cara yang satu ini benar-benar aman dan legal. 

Karena kali ini kita akan menggunakan WHAFF, aplikasi penghasil Dollar dari Android. Hanya saja, banyak yang tidak tau cara menarik Dollar dari WHAFF agar bisa digunakan untuk membeli Gems, Diamond atau sejenisnya.
  1. Tahap Pertama: Instalasi WHAFF, Cara Mendapatkan Dollar dari Android
  2. Tahap Kedua: Membuat dan Konfigurasi Google Wallet
  3. Tahap Ketiga: Melakukan Penarikan Dollar dari WHAFF
  4. Tahap Keempat: Penerapan Redeem Code ke Google Wallet
(Jika kamu sudah paham dan memiliki saldo di WHAFF, kamu bisa langsung lompat ke Tahap Kedua.)
1. Download Whaff Rewards Di PlayStore
2. Jalankan aplikasi WHAFF, kemudian log in menggunakan Facebook kamu.
3. Sebagai bonus pertama, kamu bisa mendapatkan $0.30 dengan memasukan kode AIO6664
4. Inti dari WHAFF ini adalah, kamu harus menginstall dan mencoba aplikasi-aplikasi yang ada didalamnya, sebagai contoh aplikasi BaBe, kamu harus menginstall dan jika ingin mendapatkan dollar lebih, kamu harus menggunakannya selama beberapa menit dalam sehari. Jadi kalau saya nggak buka aplikasi itu, saya gak dapat uang dong? Tentu saja dapat, tapi hanya $0,01, sedangkan kalau kamu buka aplikasi tersebut dan memainkannya selama beberapa menit, kamu bisa dapat $0,20 - $0,50 (sekitar Rp 6.000,-/app)
CATATAN: Kamu harus melakukan hal ini setidaknya sampai saldo kamu (minimal) mencapai $10.

TAHAP KEDUA: Google Wallet

Seperti kita ketahui, Google Wallet adalah pembayaran resmi Google untuk semua produk aplikasi atau games yang ada di Google Play, seperti Clash of Clans, Boom Beach, Hay Day, LINE Let's Get Rich.
Nah, khusus untuk cara yang sedang kita bahas satu ini adalah cara menggunakan Redeem Code yang nanti akan kita dapatkan dari WHAFF. Tetapi, Redeem Code itu hanya bisa digunakan di negara Amerika (United States).
Sekarang saya ingin memberitahu bagaimana cara merubah negara kita di Google Wallet menjadi US (United States). NOTE: Semua resiko ditanggung masing-masing, negara yang sudah dirubah tidak akan bisa diubah lagi dalam waktu yang cepat.
  1. Login dulu di Google Wallet menggunakan akun Google kamu
  2. Setelah itu, masuk ke bagian Settings, klik pada bagian Home Address, lalu samakan alamatnya menjadi seperti ini atau kamu juga bisa menggunakan alamat valid di Amerika.
  3. Jika sudah, Klik "Save". Jika ada konfirmasi lanjutan, klik "Accept & Continue".
  4. Sampai di sini, kamu sudah berhasil mengatur agar Google Wallet dapat menerima pembayaran dari WHAFF.

TAHAP KETIGA: Penarikan Dollar ke Google Wallet

Jika saldo kamu sudah lebih dari $10, kamu bisa melakukan penarikan ke Google Play Gift Card (Google Wallet) ataupun PayPal.
  1. Buka dan jalankan WHAFF, lalu geser ke kiri, klik pada menu "Payout".
    Disini
    PERBESAR
    PERKECIL
  2. Selanjutnya, pilih "Google Play Gift Card" sebagai metode pengambilan dollar.

    PERBESAR
    PERKECIL
  3. Kamu pilih jumlah balance yang ingin diambil. Sebagai contoh JalanTikus ingin menarik $12 ke dalam Google Play Gift Card JalanTikus. Jika sudah, klik tombol Request.
  4. Kemudian, tunggu sekitar 1 - 3 jam, bahkan bisa seharian atau lebih untuk mendapatkan balasan berupa Redeem Code. Kamu bisa melihatnya di bagian Reward History> Check Gift Codes.

    PERBESAR
    PERKECIL

TAHAP KEEMPAT: Penerapan Redeem Code

Selanjutnya adalah menerapkan Redeem Code yang sudah kita dapat ke dalam Google Play Store kita.


10 Negara Ini Paling Berbahaya di Dunia

Sebuah lembaga survei berkantor di Washington, Amerika Serikat, IntelCenter baru-baru ini merilis 10 negara yang paling berbahaya di dunia.

Washington: Sebuah lembaga survei berkantor di Washington, Amerika Serikat, IntelCenter, baru-baru ini merilis 10 negara yang paling berbahaya di dunia. Hasil studi IntelCenter menempatkan negara-negara kawasan Timur Tengah berada di puncak daftar negara paling berbahaya untuk Maret 2015.


Irak dan Suriah menempati masing-masing peringkat 1 dan 2. Hal tersebut mengingat situasi politik saat ini yang terjadi di negara-negara tersebut.

Iraq dan Suriah akhir-akhir ini menjadi sorotan global, karena kelompok ekstrimis yang sering melakukan aksi teror yang meresahkan di kedua negara tersebut. Kedua negara terkait dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang sedang diperangi oleh hampir seluruh dunia. Masing-masing skor Indeks Ancaman Negara (CTI) untuk keduanya yakni Iraq 881 dan Suriah 717.

Dari 10 negara paling berbahaya, di tempat ketiga adalah Nigeria. Boko Haram yang melakukan teror mengerikan beberapa bulan terakhir telah menyumbang skor CTI sebesar 273 yang cukup untuk membuat negara ini menjadi yang paling berbahaya ketiga di dunia.

Selanjutnya dari posisi 4 sampai 10 berturut-turut ditempati Somalia (257), Afghanistan (186), Libya (157), Yemen (132), Pakistan (122), Ukraine (103) dan terakhir ada Mesir dengan skor CTI (74).

Dalam melakukan studi tersebut, IntelCenter yang bekerja untuk badan intelijen ini melakukan penempatan peringkat dengan menentukan CTInya. (CTI) didapat dengan memperhatikan volume aksi teroris dan pemberontak, lalu lintas pesan, video, foto, insiden dan jumlah orang yang tewas dan terluka dalam sebuah negara selama 30 hari. Semakin tinggi CTI semakin besar risikonya

Namun CTI rendah tidak selalu mencerminkan tidak adanya risiko seperti Amerika Serikat dalam menjelang 9/11 yang saat itu memiliki CTI rendah.

"CTI hanya didasarkan pada aktivitas terkait teroris dan pemberontak. Ini tidak mengevaluasi faktor risiko lain seperti kejahatan dan ketidakstabilan politik, " peneliti IntelCenter menjelaskan.

Global CTI berfungsi sebagai indikator keseluruhan teroris global dan aktivitas pemberontak dan dihitung dengan menjumlahkan CTI setiap negara . CTI tidak menjadi satu-satunya ukuran risiko di negara tetapi bisa dijadikan faktor dalam pertimbangan.